Minggu, 25 Februari 2018

Penjelasan Mail Merge

Mail Merge

Mail Merge adalah alat yang berguna yang memungkinkan Anda untuk menghasilkan beberapa surat, label, amplop, tag nama, dan lainnya menggunakan informasi yang disimpan dalam daftar, database, atau spreadsheet. Ketika memanfaatkan Merge Mail, Anda memerlukan dokumen Word (Anda bisa mulai dengan yang sudah ada atau membuat yang baru) dan daftar penerima, yang biasanya sebuah workbook Excel.

Menggunakan Mail Merge:
1.  Buka dokumen Word yang ada, atau buat yang baru.
2.  Dari tab Mailings, klik perintah Start Mail Merge dan pilih Step-by-Step Mail Merge Wizard dari menu drop-down.


Panel Mail Merge akan muncul dan membimbing Anda melalui enam langkah utama untuk menyelesaikan penggabungan. Contoh berikut menunjukkan bagaimana cara membuat formulir dan menggabungkannya dengan daftar penerima.
Step 1:
·         Dari jendela Mail Merge di sisi kanan jendela Word, pilih jenis dokumen yang ingin Anda buat. Dalam contoh kita, kita akan pilih Letters. Kemudian klik Next: Starting document untuk bergerak ke Step 2.

Step 2:
·         Pilih Use the current document, kemudian klik Next: Select recipients untuk beralih ke Step 3.

Step 3:
Sekarang Anda memerlukan daftar alamat sehingga Word secara otomatis dapat menempatkan setiap alamat ke dalam dokumen. List bisa berada pada file yang sudah ada, seperti buku kerja Excel, atau Anda dapat mengetik list alamat baru dari dalam Wizard Mail Merge.
1.  Pilih Use an existing list, kemudian klik Browse untuk memilih file.


2.  Cari file Anda, kemudian klik Open.


3.  Jika list alamat ada di dalam buku kerja Excel, pilih worksheet yang berisi daftar itu, lalu klik OK.


4.  Dalam kotak dialog Mail Merge Recipients, Anda dapat mencentang atau hapus centang setiap kotak untuk mengontrol penerima yang akan digabungkan. Secara default, semua penerima harus dipilih. Setelah selesai, klik Close.


5.  Klik Next: Write your letter untuk beralih ke Step 4.

Jika Anda tidak memiliki list alamat yang ada, Anda dapat mengklik tombol Type a new list dan klik Create, kemudian ketik daftar alamat Anda secara manual.
Step 4:
Sekarang Anda siap untuk menulis surat Anda. Ketika itu dicetak, setiap salinan dari surat itu pada dasarnya sama; hanya data penerima (seperti nama dan alamat) yang berbeda. Anda harus menambahkan placeholder untuk data penerima sehingga Mail Merge tahu persis di mana tempat untuk menambahkan data.
Menyisipkan data penerima:
1.  Tempatkan titik penyisipan dalam dokumen di mana Anda ingin informasinya muncul.


2.  Pilih salah satu opsi placeholder. Dalam contoh kita, kita akan pilih Address block.


3.  Tergantung pada pilihan Anda, sebuah kotak dialog akan muncul dengan berbagai pilihan sesuai selera. Pilih opsi yang diinginkan, lalu klik OK.

4.  Sebuah placeholder akan muncul dalam dokumen Anda.

5.  Tambahkan placeholder lain yang Anda inginkan. Dalam contoh kita, kita akan menambahkan sebuah placeholder Greeting line tepat di atas tubuh surat.


6.  Setelah selesai, klik Next: Preview your letters untuk beralih ke Step 5.

Untuk beberapa surat, Anda hanya perlu menambahkan sebuah Address blok dan Greeting line. Tapi Anda juga dapat menambahkan lebih banyak placeholder (seperti nama recipients atau addresses) dalam tubuh surat untuk personalisasi lebih lanjut.
Step 5:
1.  Preview suratnya untuk memastikan informasi dari daftar penerima muncul dengan benar dalam surat itu. Anda dapat menggunakan panah gulir kiri dan kanan untuk melihat setiap versi dokumen.

2.  Jika semuanya sudah benar, klik Next: Complete the merge untuk beralih ke Step 6.

Step 6:


1.  Klik Print untuk mencetak surat.


2.  Sebuah kotak dialog akan muncul. Putuskan apakah Anda ingin mencetak semua surat-surat, Current document (record), atau kelompok terpilih, kemudian klik OK. Dalam contoh kita, kita akan mencetak semua surat.

3.  Kotak dialog Print akan muncul. Ubah setelan cetak jika diperlukan, lalu klik OK. Surat-surat akan dicetak.

Sumber : https://www.gcflearnfree.org/word-2016-(bahasa-indonesia)/mail-merge/1/

Business Intelligence


Data Warehouse (DW) dan Business Intelligence (BI)

Business Intelligence (BI)
     Business Intelligence (BI) merupakan suatu konsep yang memanfaatkan teknologi seperti aplikasi pendukung pengambilan keputusan guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis berdasarkan sistem yang dapat diakses dengan mudah. Business Intelligence mengacu pada suatu alat dan teknik yang memungkinkan perusahaan untuk mengubah data menjadi informasi bisnis yang tepat waktu dan akurat untuk proses pengambilan keputusan.

Artificial Intelligence (AI)
     Artificial Intelligence (AI) merupakan sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah bisnis, dan sebagai penentu keputusan.

Business Intelligence (BI) VS Artificial Intelligence (AI)

BI memiliki pengertian yang berbeda dengan AI, perbedaan tersebut antara lain :
- BI merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan berdasarkan sumber data, dan memberikan solusi terhadap suatu keputusan

Contohnya Manajer pada suatu swalayan ingin mengetahui dan menganalisa produk yang sering terjual pada bulan tertentu, maka BI disini berperan sebagai penyedia data dimana nantinya BI akan menampilkan data sesuai dengan perkiraan, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan apakah produk tersebut ingin diperbanyak stoknya atau tidak.

- AI merupakan sistem yang dibuat untuk menentukan sebuah keputusan
Contohnya suatu perusahaan menetapkan kriteria penerimaan pegawai baru dengan menggunakan suatu aplikasi yang dapat menentukan keputusan apakah pegawai tersebut termasuk dalam kriteria perusahaan atau tidak.

Komponen Teknologi pendukung Business Intelligence (BI)
Terdapat beberapa komponen pendukung Business Intelligence (BI) antara lain :
- Data Warehouse sebagai sarana untuk menganalisis data
- Business Intelligence (BI) sebagai sarana untuk membantu dalam pengambilan keputusan
- OLAP sebagai aplikasi pemrosesan data
- Data Mining sebagai sumber informasi data (knowledge)
- Open Data sebagai tambahan untuk mencari informasi data publik (data terbuka)

Keterkaitan antara Business Intelligence, Data Warehouse, OLAP, Data Mining, dan Open Data
     Business Intelligence dan data warehouse adalah dua hal yang berbeda namun hampir tidak bisa dipisahkan. Data warehouse lebih mengenai bagaimana data- data yang besar dan beragam disimpan dalam satu repository (gudang data) dan disusun secara terstruktur sehingga memudahkan pencarian, sedangkan Business Intelligence adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk menyajikan data- data tersebut sehingga memudahkan analisa dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang akurat dari sumber data. Suatu solusi Business Intelligence yang baik memerlukan sumber data yaitu data warehouse.

     Untuk mengumpulkan informasi tersebut, maka diperlukannya Data Mining. Data Mining bekerja dalam proses penggalian data dari data warehouse yang disimpan dalam basis data atau media penyimpanan lain sehingga diharapkan setelah melakukan mining terhadap data akan didapatkan suatu data baru yang kemudian disimpan menjadi informasi yang baru juga. Jadi hubungan antara data mining dan business intellegence berada pada data yang akan diproses. Awalnya dari data warehouse yang kemudian di proses data mining baru kemudian disajikan pada business intellegencesehingga mendapat informasi yang lebih akurat.

     Setelah data warehouse dan data mining bekerja pada proses business intelligence, agar dapat BI tersebut menampilkan pelaporan hasil dari suatu analisa, maka digunakanlah OLAP. Sistem OLAP merupakan aplikasi yang dirancang untuk dapat menghasilkan informasi untuk satu proses bisnis dilihat dari berbagai perspektif dengan tampilan yang dinamis dan dalam waktu respon yang singkat sehingga kita dari sisi user dapat melihat tampilan data tersebut dan dapat menentukan suatu keputusan. Jika memang terdapat data yang ingin ditambah untuk melengkapi suatu analisa, disinilah Open Databekerja. Dengan menggunakan Open Data kita bisa memperoleh informasi maupun data eksternal diluar dari data internal perusahaan.

Arsitektur Data Warehouse (DW) :

Terdapat beberapa arsitektur Data Warehouse antara lain :
1. Central
Central Data Warehouse Architecture merupakan implementasi datawarehouse dimana seluruh datanya terpusat pada satu DW dan dipancarkan ke beberapa client untuk melayani kebutuhan beberapa unit bisnis yang terpisah secara bersamaan.

Kelebihan :
Alur kerja sistem sederhana
Mudah untuk dikelola

Kekurangan :
Kinerja sistem yang kurang handal karena tidak ada redundansi / distribusi beban kerja

Gambar Central Data Warehouse Architecture
Sumber : (Cristian S Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing And Machine Learning. Aalborg University. Dermark)


2.Federated
Federated Data Warehouse Architecture merupakan sistem yang bekerja dengan berbagai sistem data mart, aplikasi analitis, dan menyimpan data operasional. Sebuah arsitektur federasi DW adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa arsitektur.

Kelebihan :
Handal dalam pendistribusian data

Kekurangan :
Lebih kompleks, pengumpulan data terbatas

Gambar Federated Data Warehouse Architecture

Sumber : (Cristian S Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing And Machine Learning. Aalborg University. Dermark)


3.Tiered

Tiered Data Warehouse Architecture merupakan implementasi datawarehouse dimana perwujudan datanya terpusat (central). Data didistribusikan ke data mart dalam satu atau lebih tingkatan. Hanya data agregat ditingkatkan pada kubus.

Kelebihan :
Performa sistem terbaik karena redundansi dan distribusi

Kekurangan :
Terlalu kompleks dan sulit untuk dikelola
Gambar Tiered Data Warehouse Architecture


Sumber : (Cristian S Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing And Machine Learning. Aalborg University. Dermark)

Sumber : https://putuandiprayoga.wordpress.com/2015/09/26/data-warehouse-dw-dan-business-intelligence-bi/



Minggu, 18 Februari 2018






 
Cara Menginput data menggunakan VLOOKUP pada Excel



Pada bagian "Inap", masukkan Kode
=VLOOKUP(drag dibagian kelas;drag Lama inap;2)*lama waktu inap
Contoh :
=VLOOKUP(B3:B8;G14:I16;2)*F3:F8
Dibagian "G14;I16" harus di tekan F4 yang akan menjadi :
=VLOOKUP(B3;$G$14:$I$16;2)*F3:F8

 HAL INI JUGA BERLAKU UNTUK LAYANAN, yang diganti hanyalah :
=VLOOKUP(B3:B8;G14:I16;3)*F3:F8
Menjadi :
=VLOOKUP(B3;G14:$I$16;3)*F3:F8
#Harus ditekan F4 juga


Persalinan

Untuk Persalinan, untuk Dokter membayar 1.000.000, sedangkan untuk bidan 750.000
maka kode yang digunakan : =IF(C3:C8="Dokter";1000000;IF(C3:C8="Bidan";750000))

SEKIAN dan Terima kasih