Data Warehouse (DW) dan
Business Intelligence (BI)
Business Intelligence (BI)
Business
Intelligence (BI) merupakan suatu konsep yang memanfaatkan teknologi
seperti aplikasi pendukung pengambilan keputusan guna meningkatkan kualitas
pengambilan keputusan bisnis berdasarkan sistem yang dapat diakses dengan
mudah. Business Intelligence mengacu pada suatu alat dan teknik yang
memungkinkan perusahaan untuk mengubah data menjadi informasi bisnis yang tepat
waktu dan akurat untuk proses pengambilan keputusan.
Artificial Intelligence (AI)
Artificial Intelligence (AI) merupakan
sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang
menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah
bisnis, dan sebagai penentu keputusan.
Business
Intelligence (BI) VS Artificial Intelligence (AI)
BI memiliki pengertian
yang berbeda dengan AI, perbedaan tersebut antara lain :
- BI merupakan aplikasi yang
digunakan untuk membantu pengambilan keputusan berdasarkan sumber data, dan
memberikan solusi terhadap suatu keputusan
Contohnya Manajer pada
suatu swalayan ingin mengetahui dan menganalisa produk yang sering terjual pada
bulan tertentu, maka BI disini berperan sebagai penyedia data dimana nantinya
BI akan menampilkan data sesuai dengan perkiraan, sehingga dapat membantu dalam
pengambilan keputusan apakah produk tersebut ingin diperbanyak stoknya atau
tidak.
- AI merupakan sistem
yang dibuat untuk menentukan sebuah keputusan
Contohnya suatu
perusahaan menetapkan kriteria penerimaan pegawai baru dengan menggunakan suatu
aplikasi yang dapat menentukan keputusan apakah pegawai tersebut termasuk dalam
kriteria perusahaan atau tidak.
Komponen Teknologi
pendukung Business Intelligence (BI)
Terdapat beberapa
komponen pendukung Business Intelligence (BI) antara lain :
- Data Warehouse sebagai
sarana untuk menganalisis data
- Business Intelligence (BI)
sebagai sarana untuk membantu dalam pengambilan keputusan
- OLAP sebagai aplikasi
pemrosesan data
- Data Mining sebagai
sumber informasi data (knowledge)
- Open Data sebagai
tambahan untuk mencari informasi data publik (data terbuka)
Keterkaitan
antara Business Intelligence, Data Warehouse, OLAP, Data Mining,
dan Open Data
Business Intelligence dan data
warehouse adalah dua hal yang berbeda namun hampir tidak bisa
dipisahkan. Data warehouse lebih mengenai bagaimana data- data yang
besar dan beragam disimpan dalam satu repository (gudang data) dan
disusun secara terstruktur sehingga memudahkan pencarian, sedangkan Business
Intelligence adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk menyajikan
data- data tersebut sehingga memudahkan analisa dan pengambilan keputusan
berdasarkan informasi yang akurat dari sumber data. Suatu solusi Business
Intelligence yang baik memerlukan sumber data yaitu data warehouse.
Untuk mengumpulkan
informasi tersebut, maka diperlukannya Data Mining. Data Mining bekerja
dalam proses penggalian data dari data warehouse yang disimpan dalam
basis data atau media penyimpanan lain sehingga diharapkan setelah
melakukan mining terhadap data akan didapatkan suatu data baru yang
kemudian disimpan menjadi informasi yang baru juga. Jadi hubungan antara data
mining dan business intellegence berada pada data yang akan
diproses. Awalnya dari data warehouse yang kemudian di proses data
mining baru kemudian disajikan pada business intellegencesehingga
mendapat informasi yang lebih akurat.
Setelah data
warehouse dan data mining bekerja pada proses business
intelligence, agar dapat BI tersebut menampilkan pelaporan hasil dari suatu
analisa, maka digunakanlah OLAP. Sistem OLAP merupakan aplikasi yang dirancang
untuk dapat menghasilkan informasi untuk satu proses bisnis dilihat dari
berbagai perspektif dengan tampilan yang dinamis dan dalam waktu respon yang
singkat sehingga kita dari sisi user dapat melihat tampilan data
tersebut dan dapat menentukan suatu keputusan. Jika memang terdapat data yang
ingin ditambah untuk melengkapi suatu analisa, disinilah Open Databekerja.
Dengan menggunakan Open Data kita bisa memperoleh informasi maupun
data eksternal diluar dari data internal perusahaan.
Arsitektur Data
Warehouse (DW) :
Terdapat beberapa
arsitektur Data Warehouse antara lain :
1. Central
Central Data
Warehouse Architecture merupakan implementasi datawarehouse dimana
seluruh datanya terpusat pada satu DW dan dipancarkan ke beberapa client untuk
melayani kebutuhan beberapa unit bisnis yang terpisah secara
bersamaan.
Kelebihan :
Alur kerja sistem
sederhana
Mudah untuk dikelola
Kekurangan :
Kinerja sistem yang
kurang handal karena tidak ada redundansi / distribusi beban kerja
Gambar
Central Data Warehouse Architecture
Sumber
: (Cristian S Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing
And Machine Learning. Aalborg University. Dermark)
2.Federated
Federated Data
Warehouse Architecture merupakan sistem yang bekerja dengan berbagai
sistem data mart, aplikasi analitis, dan menyimpan data operasional. Sebuah
arsitektur federasi DW adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa
arsitektur.
Kelebihan :
Handal dalam
pendistribusian data
Kekurangan :
Lebih kompleks,
pengumpulan data terbatas
Gambar
Federated Data Warehouse Architecture
Sumber
: (Cristian S Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing
And Machine Learning. Aalborg University. Dermark)
3.Tiered
Tiered Data
Warehouse Architecture merupakan implementasi datawarehouse dimana
perwujudan datanya terpusat (central). Data didistribusikan ke data mart dalam
satu atau lebih tingkatan. Hanya data agregat ditingkatkan pada kubus.
Kelebihan :
Performa sistem terbaik
karena redundansi dan distribusi
Kekurangan :
Terlalu kompleks dan
sulit untuk dikelola
Gambar
Tiered Data Warehouse Architecture
Sumber : (Cristian S
Jersen, Torben Bach Pedersen, Christian Thomsen. Data Warehousing And Machine
Learning. Aalborg University. Dermark)
Sumber
: https://putuandiprayoga.wordpress.com/2015/09/26/data-warehouse-dw-dan-business-intelligence-bi/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar